Google Scholar

Penggunaan Jaringan Saraf Tiruan Metode Backpropagation Untuk Memprediksi Bibir Sumbing
09 April 2009

Analia Puspita1, Eunike2
Sekolah Tinggi Teknik Surabaya
Ngagel Jaya Tengah 73-77 Surabaya
Telp : (031) 5027920, Fax : (031) 5041509
e-mail : toxic_chezzy@yahoo.com 1, eu_nik3@yahoo.com 2

ABSTRAK
Kelainan cacat fisik berupa bibir sumbing masih banyak dijumpai di Indonesia, khususnya didaerah Timor. Penelitian menunjukkan bahwa kemungkinan ada hubungan antara terjadinya bibir sumbing dengan dermatoglifi. Dari hasil penelitian, ternyata terdapat perbedaan antara dermatoglifi orang tua anak normal dengan orang tua anak sumbing. Perbedaan tersebut terletak pada lukisan sidik jari, ridge count, dan sudut a-t-d. Perbedaan-perbedaan tersebut tidak bisa dibuat suatu model matematis atau suatu klasifikasi yang jelas, atau melibatkan pola dan angka tertentu.
Untuk mengatasinya, dibuat suatu sistem kecerdasan buatan, dalam hal ini menggunakan Jaringan Saraf Tiruan metode Backpropagation, yang dapat mengelompokkan pola-pola dermatoglifi tersebut. Dengan data pelatihan yang cukup, diharapkan sistem dapat melakukan prediksi terhadap pola dermatoglifi orang tua, yaitu apakah dengan pola dermatoglifi tersebut (input sistem), mereka mempunyai kemungkinan memiliki anak dengan kelainan bibir sumbing (output sistem).
Setelah melalui proses pelatihan, sistem dapat membedakan antara pola dermatoglifi orang tua anak normal dengan orang tua anak sumbing dengan tingkat akurasi sebesar sembilan puluh persen. Sehingga sistem bisa membantu untuk memprediksi kejadian bibir sumbing sedini mungkin, bahkan sebelum lahir, sehingga dapat dilakukan pencegahan dengan pengobatan lebih awal.

Kata kunci :

jaringan saraf tiruan, Backpropagation, bibir sumbing, dermatoglifi