Google Scholar

STABILITAS THERMAL AGENSIA PROBIOTIK L. acidophillus SNP 2 TERENKAPSULASI METODE EKSTRUSI DAN EMULSI
27 Juni 2009

Siti N. Purwandhani *), Made Suladra *), Endang S. Rahayu **)
*) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Widya Mataram Yogyakarta
**) Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

ABSTRAKSI
Bakteri asam laktat (BAL) memiliki peranan yang penting pada kehidupan manusia, baik melalui keterlibatannya pada fermentasi makanan maupun sebagai bagian dari mikroflora yang normal pada jalur intestin. BAL yang secara normal tumbuh di jalur intestin dapat memberikan efek positif terhadap kesehatan tubuh melalui kemampuannya menekan pertumbuhan patogen intestin penyebab diare serta menstimulasi sistem immun. BAL yang mempunyai efek menguntungkan bagi kesehatan tubuh ini disebut probiotik. Lactobacillus acidophillus SNP 2 merupakan bakteri asam laktat yang berdasar sifat-sifatnya dapat dimanfaatkan sebagai agensia probiotik.
Studi tentang aplikasi bakteri probiotik ini pada makanan non-fermentasi belum secara intensif dilakukan. Terutama pada produk-produk makanan yang melibatkan suhu relatif tinggi., dikarenakan sel bakteri akan mengalami kerusakan yang berlanjut pada kematian. Teknik yang dipelajari untuk meningkatkan daya tahan sel adalah teknik enkapsulasi metoda ekstrusi dan emulsi menggunakan calsium alginat dan susu skim. 
Hasil penelitian menunjukkan bahwa enkapsulasi metoda emulsi menghasilkan bead dengan ukuran 50 – 100 m, sedangkan metoda ekstrusi 2,5 – 4 mm. Jumlah sel probiotik di dalam bead metoda emulsi satu lapis (alginat) maupun dua lapis (alginat dan susu skim) 1010 cfu/ml, sedangkan yang berada dalam bead metoda ekstrusi 109 cfu/ml. Sel probiotik yang berada di dalam enkapsulan mempunyai ketahanan terhadap panas yang lebih tinggi dibanding sel probiotik yang tidak dienkapsulasi.  

 

 

Download >> STABILITAS THERMAL AGENSIA PROBIOTIK L. acidophillus SNP 2 TERENKAPSULASI METODE EKSTRUSI DAN EMULSI.pdf