Google Scholar

REGENERASI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN ARANG SEKAM MENEKAN KERUSAKAN ORGAN TUBUH
23 Juni 2009

Ir. Ambar Rukmini, MP
Program Studi Teknologi Pertanian 
Universitas Widya Mataram Yogyakarta
e-mail : ambar_rukmini@yahoo.co.uk

ABSTRAKSI
 Berkembangnya bisnis makanan gorengan telah membawa dampak yang hingga kini belum mendapat banyak perhatian, yaitu meningkatnya jumlah minyak goreng bekas. Pada umumnya, para pedagang makanan gorengan menggunakan minyak goreng secara terus menerus dalam jangka waktu sangat lama, tanpa pernah diganti dan hanya menambah sejumlah minyak segar. Kondisi ini menyebabkan terjadinya dekomposisi komponen penyusun minyak. Hasil dekomposisi tersebut mempunyai pengaruh negatif terhadap kualitas minyak maupun flavor dan nilai gizi hasil gorengannya. Di samping itu, beberapa komponen hasil dekomposisi minyak dapat membahayakan kesehatan karena menyebabkan kerusakan, terutama pada organ yang terkait dengan metabolisme minyak. Oleh karena itu, Penulis telah mengupayakan regenerasi minyak goreng bekas dengan arang sekam. Dibandingkan dengan penggunaan adsorben lain, cara ini merupakan proses yang paling ekonomis dan praktis. Secara fisik, kimia dan organoleptik, minyak hasil regenerasi yang diperoleh mempunyai kualitas mendekati minyak segarnya. 
 Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keamanan minyak hasil regenerasi dengan arang sekam terhadap kesehatan, terutama kerusakan organ tubuh. Untuk maksud tersebut telah dilakukan bioassay dengan menggunakan tikus Wistar sebagai hewan coba. Dalam penelitian ini digunakan 8 kelompok tikus yang masing-masing terdiri dari 7 ekor. Tiap kelompok diberi pakan menurut formula diet AIN-93 dengan sumber minyak yang berbeda. Intervensi diet dilakukan selama 3 bulan dengan masa adaptasi selama 2 minggu. Setiap 1 bulan sekali dilakukan analisa histopatologi organ.
 Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumsi minyak goreng yang sudah tidak layak pakai menyebabkan terjadinya kongesti pada sel-sel liver, ditemukannya akumulasi tetes-tetes lemak dalam inti sel liver, sel jantung maupun sel endothelial aorta (arteri besar), juga terlihat kongesti pada sel ginjal. Proses regenerasi minyak goreng bekas dengan arang sekam dapat meningkatkan kualitas minyak, sehingga memperkecil terjadinya kongesti sel liver maupun ginjal serta mencegah akumulasi tetes-tetes lemak, baik dalam liver, jantung maupun arteri.

Keywords: AIN-93, Gizi, Regenerasi, Minyak Goreng, Arang

 

Download >> REGENERASI MINYAK GORENG BEKAS DENGAN ARANG SEKAM MENEKAN KERUSAKAN ORGAN TUBUH.pdf